Bangkinang-potretbertutur- Skandal korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank BNI KCP Bangkinang periode 2019–2023 yang merugikan negara hingga mencapai Rp 83,9 miliar lebih terus bergulir.
Kejaksaan Negeri Kampar melalui proses penyelidikan dan penyidikan panjang, akhirnya menetapkan IS, mantan anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai tersangka baru.
IS ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang tim pengumpul KUR, serta seorang Kepala Desa Gunung Bungsu inisial DP. Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan, empat tersangka berinisial AR, AZ, N, dan DP ditahan di Lapas Kelas IIA Bangkinang selama 20 hari, terhitung sejak 27 Oktober hingga 15 November 2026.
Sementara itu, tersangka berinisial IS belum memenuhi panggilan penyidik dan akan dipanggil kembali dalam kapasitasnya sebagai tersangka.
Sebelumnya, 5 orang telah divonis penjara setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus ini. Kini perkembangan terbaru, Kejaksaan Negeri Kampar kembali menetapkan para tersangka baru.
Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Dwianto Prihartono menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
IS merupakan mantan anggota DPRD Kampar dari Partai Amanat Nasional. Ia kini sudah dipecat partai akibat menghilang dan tak pernah hadir menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat selama lebih kurang satu tahun.
Sebelum menjadi dewan, IS dikenal sebagai pribadi yang dermawan, royal dan suka membantu dan berbagi uang kepada para sahabat dan masyarakat untuk kegiatan sosial.
Dari salah seorang caleg yang menjadi kompetitor IS, menjelaskan bahwa saat kampanye berlangsung IS sangat jor joran berbagi uang. Baik kepada tim suksesnya bahkan disinyalir ia juga memberi uang kepada kepada para calon pemilih.
“Saya bahkan sempat sampaikan langsung ke IS. Dia kan dikenal banyak uang, saya bilang ke dia, tolong adinda jangan terlalu jor joran main di kampung saya. Dia jawab, Ok bang, siap. Tapi nyatanya dia kata tim tim saya tetap main. Dia banyak dapat suara di kampung saya,” tutur mantan caleg di Dapil 1, salah satu kompetitor IS pada Pileg 2024 lalu yang tak ingin namanya dipublis kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).-tim

