Potretbertutur.com – Tokoh muda Sungai Sarik, Kampar Kiri, Redo Antoni Sandra, meminta Pemerintah Kabupaten Kampar untuk meninjau langsung kondisi jembatan yang saat ini sedang direhabilitasi di wilayah tersebut.
Menurutnya, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Redo menilai anggaran rehabilitasi yang dialokasikan untuk proyek tersebut relatif terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan perbaikan infrastruktur yang layak.
Ia juga khawatir hasil pekerjaan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak mampu bertahan lama.
Menurut dia, jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses keluar-masuk masyarakat sekaligus jalur penunjang aktivitas perekonomian warga. Karena itu, pembangunan infrastruktur di lokasi tersebut seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Ia juga menyoroti kondisi jembatan yang masih menggunakan lantai kayu. Dengan material tersebut, Redo memperkirakan kerusakan berpotensi kembali terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama, terutama jika jembatan terus digunakan masyarakat setiap hari.
“Kalau hanya dilakukan rehabilitasi dengan kondisi seperti sekarang, besar kemungkinan dalam beberapa bulan atau satu tahun ke depan akan mengalami kerusakan lagi,” ujarnya, Rabu (17/6/2016).
Redo berharap pemerintah tidak menjadikan kondisi efisiensi anggaran atau defisit anggaran sebagai alasan untuk mengabaikan kebutuhan infrastruktur yang dinilai mendesak.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan fasilitas yang benar-benar layak dan aman digunakan.
Selain itu, ia meminta pemerintah mempertimbangkan pembangunan yang lebih permanen agar anggaran yang dikeluarkan tidak terkesan berulang untuk pekerjaan yang sama. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih lama oleh masyarakat.
“Harapan kami, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Jembatan ini merupakan akses penting bagi warga, sehingga perlu dibangun dengan kualitas yang baik dan berkelanjutan,” kata Redo.
Untuk diketahui Jembatan ini merupakan akses utama penghubung antara Desa Sungai Sarik dan Desa Lubuk Agyng Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar.













